sepotong kalimat yang membuat diri ragu untuk melangkah. entah ini yang namanya kebosanan atau ini benar adanya sebuah penghalang tentang kita.
berlari mengejar layangan putus, seakan itu tepat menjadi milikku. berlari tanpa sadar dimana kini diri berada, hanya mendongak untuk terus mengejar layangan putus. apa benar layang itu tepat untukku?
terhenti sejenak, sekedar melihat sekitar, apa ini masih ku kenal ataukah benar hilang dari kesadaran? layangan semakin jauh terhembus, dibawa angin tanpa ragu melaju. apa adakah dirimu di sana? mengejar layangan yang sama? atau hanya aku yang kini tersadar tiada dirimu yang terus berlari meniggalkanku?
entah sejak kapan kita megejar layangan itu, entah sejak kapan aku sadar akan kehadiranmu, entah. tapi kini semakin ku sadar hadirmu, semakin enggan aku mengejar layangan itu. entah.
rasanya benang itu tak lagi menyatukanku dengan layangan putus, yang ku inginkan bukan itu. tapi apakah kau sadar akan hadirnya diriku? apa yang ingin ku kejar? apa yang ingin ku raih? aku tak tau, hadirmu di sini buyarkan segala yang ku tau.
semakin lelah dan semakin enggan, apakah kau juga? bisakah sejenak berhenti bersamaku?
dalam diam aku menatapmu, sunyi seakan jadi warna baru dibalik bayang layang yang menjauh. berhentilah mendogak, dan berbaliklah padaku.
apa yang ku pikir, kami tak saling kenal. sekedar berjumpa di pengejaran yang tak pasti. tapi kenapa? adakah pertanyaan yang sama di benakmu? ataukah hanya aku yang terus berharap untuk bisa jauh lebih mengenalmu dan melupakan layangan yang kini makin menjauh.