Transfer Post by My Blog: smartshare.blogspot.com / 2011, dengan perubahan
Hai, salam kenal semua. Sepertinya perkenalan itu penting.
Seperti pepatah “Jika tak kenal maka tak sayang”. Tapi aku juga tidak terlalu berharap pembaca akan menyanyangiku seperti kata pepatah itu.
Ini blog pertamaku, My first blog. Pertama kalinya menulis panjang lebar dan mempublisnya di internet. Agak malu memang, tapi setiap hal pasti ada awal. Dan hampir setiap ‘awal’ itu membuat tegang, gugup, atau memalukan serta menakutkan.
Tujuan aku membuat blog ini adalah untuk membagi kisah, pikiran, rasa, dan apa saja yang bisa kita share. Yang ku harap mampu menghibur atau pun menginspirasi kita semua. Mengambil hal baik dan berguna, serta membuang hal buruk dan tidak berguna dari isi blog ini. Pembaca juga busa mengkritik langsung, tapi jangan menggunakan kata-kata kasar. Karna di sini kita berbagi, bukan berkelahi. (Okey)
Apakah perlu alasan mengapa aku ataupun pembaca perlu berbagi di blog ini?
Aku tidak bisa memberi jawaban yang jelas tentang hal itu, tapi mungkin kalimat ini akan mewakili jawaban yang diperlukan.
“Dalam hidup, jalur nyaris tanpa perlawanan adalah tutp mulut (tidak mengatakan apa yang kau rasa, kau pikir, kau alami, intinya tertutup dan memendam masalahmu sendiri lalu mengikuti arus tanpa perlawanan untuk mencari aman). Bila kau tidak mengekspresikan perasaan dan pikiran kepada orang lain, kau tidak perlu berurusan dengan reaksi mereka (orang-orang yang menentangmu). Kau tidak perlu merasa rentan, kau tidak mengambil resiko ditolak. Tapi jalur nyaris tanpa perlawanan itu pasti mengarah ke tujuan perjalanan, yakni tidak kemana-mana.” Crank, pada buku Life’s Golden Ticket.
Intinya, tak akan ada yang tahu persis apa yang kita mau jika kita tidak mengungkapkannya. Orang lain hanya akan menebak-nebak tentang kita. Dan kita hanya mengikuti arus tanpa melangkah maju untuk sampai tepi sungai karna enggan merasa lelah, yang membuat kita hanya berada pada garis yang sama. Hal ini akan membuat kita terjebak pada situasi yang mengarahkan kita, bukan kita yang mengarahkan situasi. Jadi, ungkapkan apa yang kamu mau. Sehingga orang-orang tahu apa yang harus mereka lakukan untuk membuat kita senang.
Jujur, dulu aku juga tertutup dengan orang lain. Aku tetap bergaul, berbaur, dan berbagi kisah. Namun bukanlah hal yang penting untuk dibagi, malah terkesan seperti hal yang tidak penting namun ‘dipaksa’ menjadi sesuatu yang penting. Aku lebih sering mendengarkan kisah-kisah yang berarti bagi orang lain, namun aku sangat jarang berbagi hal yang berarti dari hidupku pada orang lain. Membenamkan diri dengan rasa ‘sok tahu’ mampu menyelesaikan masalah itu sendiri. Terus berusaha terlihat ceria, riang, seperti tanpa masalah. Tapi lelah sekali bersikap seperti itu. Mungkin aku bisa menipu orang lain, tapi aku tidak bisa menipu diri sendiri.
Sampai akhirnya aku mendapatkan buku berjudul “Life’s Golden Ticket” yang ku dapat dari bertukar kado sewaktu bukber bulan kemari bersama teman-teman sekelas di SMA. Pokoknya ini awal baru bagiku, fase yang kuharap nerguna bagi kita kelak. Semangat!
“Sabar yo, hidup itu memang butuh perjuangan. Semangat!”
~!@#$%^&*()_+
"Gile, post jaman baheula make bahasanya formal badai. Kaku beud. hehehe... " -me, now