Rabu, 24 Desember 2014

Kisah (1)

orang bilang cinta itu tidak pernah salah, tetapi manusia yang sedang jatuh cintalah yang melakukan kesalahan. orang bilang cinta itu membawa bahagia, tetapi pada kenyataannya kisah cinta tak selalu berakhir bahagia.

~!@#$%^&*()_+

Natan

hari ini kami pindah rumah. Papa bangkrut semua aset berharga, termasuk rumah, disita bank karena Papa tidak dapat melunasi pinjamannya. jujur, ini pukulan berat bagiku, di saat semua seakan lancar ternyata musibah ini muncul secara mendadak, membuat diri merasa sesak dan tak rela. papa bilang laki-laki tidak boleh cengeng. iya, aku tidak menangis tetapi aku bersedih. rumah kami, rumah besar yang begitu indah, taman didekat ruang makan, air mancur yang begitu merdu, kini menghilang, diambil dari kami. tak banyak yang tersisa, hanya barang-barang terpenting yang masih boleh kami bawa dan ditampung oleh rumah baru kami, kontrakan petak tiga di belakang perumahan mewah rumah lama kami. sedih rasanya, aku terlanjut sayang dengan tempat ini. semua kenanganku terukir di sini. semua. di saat seperti ini, tak banyak yang mau membantu. aku baru tau, tak semua orang tulus pada keluarga kami. kebanyak dari mereka hanya silau dengan apa yang kami punya, tapi kini ketika kami tak memiliki apapun kecuali harapan untuk dapat bangkit, mereka menghilang.

seorang wanita paruh baya datang membatu kami. wanita yang sebelumnya tak pernah aku kenal. Papa bilang itu adiknya papa, tetapi setahuku papa anak tunggal, yang berarti tidak punya saudara. ibu juga mengatakan demikian, bahwa wanita itu adiknya papa. adik angkat papa. namanya bi Dian, wanita paruh baya berusia kisaran 40 tahun, berambut pendek, cerewet, tetapi sangat bersahabat. bi Dian tidak mau dipanggil tante, baginya panggilan bi juga sudah cukup, karena di daerah bibi itu bukan panggilan untuk asisten rumah tangga, tetapi keluarga. pemikiran yang sederhana yang membuat aku mudah menyukainya, meskipun bi Dian cerewet, ribet, tapi aku suka.

bi Dianlah yang selalu menyediakan apapun yang kami butuhkan di saat susah seperti ini. dia yang membawa makanan ketika berkunjung, dia yang mendengarkan ibu ketika bercerita untuk mengeluakan kesedihannya, dia yang menjemputku ketika aku masih meremung terdiam di rumah lama yang kini telah terkunci rapat, dia yang menguatkanku untuk sabar dan berjuang. dialah malaikatku.

bi Dian bercerita, bahwa saudara Papa bukan hanya bi Dian, tetapi masih ada beberapa saudara lainnya. termasuk om Ali, dimana bi Dian sekarang tinggal. bi Dian bilang, om Ali sebelumnya pernah mengalami peristiwa demikian, anaknya Terry juga sempat mengalami perasaan yang sama dengan yang ku rasakan saat ini. nanti ketika ada waktu, bi Dian akan mengenalkanku denganya, mungkin kami bisa banyak berbagi.

~!@#$%^&*()_+

Terry

bi Dian ingin ke rumah ua' Nuzul, katanya mau 'berayau', atau dalam bahasa Indonesia artinya berkuknjung. ua' Nuzul itu saudara angkat ayah, dan sekarang masih sibuk pindahan rumah. banyak cerita dari bi Dian, katanya anaknya ua' Nuzul sedang butuh teman bercerita, dan mungkin aku bisa jadi temannya berbagi. terlebih aku termasuk pisikolog remaja di sekolah, mungkin bisa sedikit membantunya. bi Dian bilang kalau kami 'sama'.

~!@#$%^&*()_+

Natan

hari ini aku sudah sedikit lega dan bisa bermain dengan riang dengan anak komplek rumah seperti biasa, dan disaat itu aku bertemu dengannya. dia. namanya Nina, dia baru pulang dari Bandung. sebelumnya aku tidak menyangka akan secepat ini dia pulang, aku senang bisa melihatnya lagi, meski dari jauh. jujur, aku ingin bertemu dengannya, menyapanya, menanyakan kabarnya, bagaimana sekolah di Bandung, semua tentangnya yang terlewatkan olehku selama kami terpisah, Jakarta-Bandung.

aku menyukainya sejak kelas 6 SD, tetapi kami terpisah saat akan masuk SMP. Nina pergi ke Bandung, dan aku stay di Jakarta. tak banyak kabar yang bisa kami bagi, selain pertemuan yang sering kali berujung batal karena kesibukannya organisasi. dan kini aku dengar Nina akan stay di Jakarta, rasanya akan banyak waktu untuk kami bersama.

lusa nanti aku berencana mengunjunginya, menyapa dan berbincang sekedar ingin tahu SMA mana yang akan dia pilih. aku bukan laki-laki yang tahu bangaimana membuat senang perempuannya, tetapi yang aku tahu, perempuan suka hadiah. tak banyak yang bisa ku bawa, kecuali coklat dan bunga yang mungkin akan dia suka.

~!@#$%^&*()_+

Terry

namanya Natan, anak ua' Nuzul yang ingin bi Dian kenalkan denganku. tapi rasanya aku akan agak canggung mendengar cerita bi Dian tentangnya. bagaimana tidak, aku tidak pernah menangani kasus yang terlalu pribadi kecuali masalah pacaran anak sekolahan, yang bagiku masih terlalu remeh temeh. ini terkait masalah aku, aku yang dulu yang pernah jatuh dan terpuruk, dan rasanya aku tidak sanggup membantunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar