Minggu, 18 Januari 2015

Blog Bara (Bara)

Sekian banyak kejadian yang ku lalui bersama Lian, sekian banyak pula kenanganku bersama Bastian mencuat. Jujur saja, akulah yang sangat salah dengan itu semua. Seakan aku menyandingkan Lian dengan Bastian. Tak ada maksud untuk berbuat demikian, siapa yang bisa menghalau memori untuk muncul? Entah siapa yang menjadi bayangan siapa. Jika Bastian adalah bayangan Lian, itu tak mengapa karena memang Lianlah yang kini bersamaku. Tapi jika sebaliknya? Itu masalah besar.


Sungguh, tak ada maksud untuk itu semua. Ku harap Lian mengerti jika ia tahu tentang hal ini, tapi apakah bisa? Siapa yang senang jika dijadikan bayangan? Tentu tak ada. Sejauh ini di mataku hanya ada Lian, meski tak dipungkiri sekilas banyangan Bastian terbersit di kepalaku, mendesak seakan tak ingin dilupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar